Minggu, 27 Februari 2011

Menutupi Aib

Assalamualaikum..

"Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Allah akan menyelimuti mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya." (HR Muslim)
  1. Lebih baik untuk menjaga aib saudara sendiri, daripada membukanya.
  2. Bila mana teman anda mempunyai kekurangan, hal yang lebih utama dilakukan adalah bicara empat mata, bukan membicarakannya dengan orang lain.
  3. Diperlukan kebijaksanaan dan usaha agar kita tidak membicarakan kekurangan dan aib pribadi orang lain di hadapan khalayak.
  4. Orang akan lebih mudah menerima nasihat, bila nasihat itu diberikan dengan cara yang baik.

MENCARI KEKURANGAN DAN AIB ORANG LAIN

Diantara sifat seseorang yang paling buruk adalah suka mencari-cari kekurangan orang lain, merasa gembira jika ada orang lain terlanjur melakukan sesuatu yang tidak baik dan mengumpulkan kesalahan-kesalahan orang lain.Permusuhan dengan orang lain membuat hidup seseorang menjadi keruh, tidak tenang dan keimanan serta keagamaannyapun terganggu.

Cuba anda perhatikan, orang yang selalu sibuk mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang lain, maka biasanya ia mempunyai sensitiviti kritikan dan perasaan merasa puas yang luar biasa jika melihat orang yang dibencinya terkena suatu musibah. Sehingga seolah-olah seluruh kelenjar yang ada di dalam tubuhnya dipenuhi dengan racun yang membuatnya belum dapat lega dan tenang kecuali jika ia telah mengeluarkan seluruh racun tersebut.

Yang harus anda lakukan adalah tekad untuk berkarya, membangun dan memberi kemanfaatan kepada orang lain. Tinggalkan kritikan-kritikan yang tidak membina dan jangan sibukkan diri anda dengan kekurangan dan aib orang lain. Karena lalat tidak akan hinggap kecuali pada luka yang membusuk. Setiap orang memerlukan kawan yang selalu dapat saling do’a mendo’akan antara sesama.

Yang harus anda perhatikan adalah diri anda sendiri,periksa dan carilah kekurangan dan aib yang ada pada diri anda, tuduh dan hukumlah diri anda sendiri, sehingga hal ini dapat membuat anda tidak punya waktu lagi untuk memeriksa dan mencai kekurangan orang lain. Akan tetapi sebagian orang bahkan mengaibkan dirinya sendiri, bahkan ia puji, ia agap suci, dan ia selalu membelanya mati-maian, padahal dirinya tersebut dipenuhi dengan aib dan kekurangan.

Untuk balasan yang sesuai dengan perbuatannya, maka Allah s.w.t. mentakdirkan mengutus orang yang akan menyingkap keburukan-keburukan orang seperti ini, yang akan menyebarkan aib dan kekurangannya serta yang akan menyangkal segala ucapan nya, .

Dan sebaliknya siapa yang menutup aib saudara seagama, maka Allah s.w.t. juga akan menutup aib dirinya. Dan siapa yang melindungi dan menjaga kehormatan orang mukmin, maka Allah s.w.t. akan mentakdirkan seseorang yang juga akan menjaga dan melindungi kehormatan dirinya, sebagai balasan yang setimpal.

Wallahualam..

Sumber : http://sidididie.blogspot.com/2010/04/kepentingan-menutup-aib-saudara-seagama.html


Allah Ya Rahim.. Engkau Maha Menutup Aib HambaMu Ini..

Ketika ku lihat dan ku dengar, sekelompok anak muda yang terkesimah dan terhujat, sedih dan menangis mendengarkan tausiah seorang ustad disebuah mesjid..

Akupun tertarik untuk mendekati dan mendengar, sehingga akupun bergabung dengan kelompok tersebut, sampai akhir dari tausiah tersebut.Ku dengar dan ku catat poin poin yang ku harapkan bisa menjadi bekal amalku..

Sangat khikmad apa yang disampaikan Ustad tersebut, sampai sampai aku melihat, dirinya dan beberapa diantara kami mengangis dan meneteskan airmata. Adapun yang disampaikan oleh Ustad tersebut, bahwasanya pada zaman nabiyulloh Musa As, terjadilah kekeringan yang amat sangat meresahkan umatnya. Dan Nabi Musa pun mengumpulkan umatnya dan mengajak umatnya, untuk untuk melakukan sholat istighosa dan berdoa, agar Allah menurunkan hujan.Tapi apa yang terjadi, doa tidak dikabulkan, hujan tidak turun. Nabi Musa heran dan kaget, sehingga Nabi Musapun bertanya kepada Allah.( salah satu mukzizat Nabi Musa, adalah bisa berbicara langsung kepada Allah ). Kenapa Ya Allah, Engkau tidak mengabulkan doaku bersama umatku, seperti Engkau mengabulkan doaku selama ini.Allah pun menjawab pertanyaan Nabi Musa, Hai Musa ketahuilah, doamu tidak Ku kabulkan, karena ada 1 orang diantara umatmu yang melakukan dosa dan maksiat selama 40 tahun. Dia sekarang berada diantara kelompokmu yang berkumpul saat ini. Nabi Musa penasaran, dan ingin tahu, siapa orangnya yang telah menyebabkan Allah murka dan tidak mengabulkan doanya dan kaumnya. Lalu Nabi Musa pun marah, dan berkata kepada umatnya, Hai umatku, ketahuilah bahwa, aku diberitahu oleh Allah, bahwa kenapa doa kita tidak dikabulkan oleh Allah, dikarenakan ada diantara kita yang berbuat dosa dan maksiat selama 40 tahun, Allah tidak suka itu. Oleh karena itu, barang siapa diantara kalian yang merasa melakukan itu, maka keluarlah dari kelompok ku ini ( dengan suara yang keras dan lantang, seolah olah Nabi Musa sangat marah ). Nabi Musa berteriak berkali kali, Hai kaumku, keluarlah, siapa yang melakukan dosa dan maksiat selama 40 tahun.Tapi anehnya, tidak ada yang mengaku dan mau keluar dari kelompok itu. Rupanya ada seorang diantara umat Nabi Musa, merasa terpukul dengan kata kata itu, dan ia pun merasakan, seolah olah dirinya lah yang dimaksud, tapi ia enggan untuk mengaku dan keluar. Begitu ia mendengar terakhir kali Nabi Musa mengucapkan lagi kata kata itu, seolah olah menantang kaumnya yang tidak mau mengaku, orang itupun, berdoa kepada Allah, secara diam diam. Bahkan orang itupun bertoubat sehabis habisnya kepada Allah, dengan tangisan yang terpendam, dikarenakan khawatir ada yang tahu. Tapi apa yang terjadi, Allah Yang Maha Sempurna, Maha Rahman dan Rahim,Doa dan taubat orang itupun, diterima oleh Allah SWT. Dan tak lama kemudian, hujan pun turun. Sekonyong konyong, hal ini membuat heran Nabi Musa, dan Nabi Musa pun bertanya lagi kepada Allah, kenapa Kau turunkan hujan, seolah olah Engkau mengabulkan doaKu dan kaumku, tapi sementara, aku belum berjumpa dan tahu, ada diantara kaumku yang berbuat dosa selama 40 tahun. Lalu, Allah pun menjawab, wahai Musa, ketahuilah bahwasanya orang tersebut, sudah berdoa dan bertaubat kepada Ku dengan sebaik baiknya doa dan taubat, dan akupun mengabulkan doa dan taubatnya itu,maka Aku kabulkan doamu dan umat mu sebelumnya. Lalu Nabi Musa pun meminta ijin kepada Allah, tolong tunjukan, umatku tersebut, yang telah membuat Engkau senang, dan mengabulkan doa kami, orang yang dapat menyenangkan, serta perbuatannya menolong banyak orang yang berharap saat ini. lalu Allah pun menjawab, cukuplah Musa, cukuplah Allah saja yang mengetahui hal yang tampak dan tidak tampak. Hanya Allah lah Yang Sempurna dan Kuasa, yang berbuat sebaik baiknya bagi hambahnya yang Dia Sukai . Aku ridho dengan umatmu saat ini..Subhanallah.

Akhir tausiah ini, ustad itupun memberikan hikmah, dari apa yang telah diambil dari cerita nabi di zaman nabi Musa ini, diantaranya ;
  1. Bahwa orang tidak mengetahui perbuatan kita, tapi Allah mengetahui segalah perbuatan kita selama ini, maka waspadalah terhadap penglihatan Allah.
  2. Bahwa allah membuka pintu taubat kepada kita, walaupun dosa kita banyak dan sering dilakukan.
  3. Bahwa Allah menutup kuat kuat aib hambanya yang berbuat dosa dan maksiat yang bertaubat dengan taubat yang sebenar benarnya, sehingga tak seorangpun yang tahu.
  4. Sekiranya Allah mencintai hambanya, maka, sekecil apapun amal yang diperbuat, akan dibalas dan amalnya diberkahi, sehingga membawa kebaikan buat banyak orang.
  5. Allah Yang maha Rahman dan Rahim, mengabulkan doa hambanya yang bersungguh sunggu, walaupun dalam keadan sempit.

Ya Rob.. Terimakasih Engkau takdirkan diri ini untuk mendengar tausiah itu..Hamba ini pun mohon ampunan atas segala dosa dan maksiat yang hamba lakukan selama ini....Maha Suci Engkau Ya Allah, hambaMu ini telah lalai dan Dzolim terhadap diri ini.Amien Ya Allah.

Sumber : http://herdan.blogspot.com/2010/04/allah-ya-rahim.html


KISAH ALLAH TUTUP AIB PENGIKUT NABI MUSA YANG BERDOSA

Pada zaman Nabi Musa AS, Bani Israel ditimpa musim kemarau yang berpanjangan.  Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata, “Ya Kalimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami”. Maka berangkatlah Musa A.S. bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan penuh debu, haus dan lapar.

Nabi Musa berdoa, “Ilaahi! Asqinaa ghaitsak.. wansyur ‘alaina rahmatak.. warhamnaa bil  athfaal ar rudhdha’.. wal bahaaim ar rutta’.. wal masyaayikh ar rukka’..” Setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin menyilau (maksudnya segumpal awan pun tak jua muncul). Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, “Ilaahi.. asqinaa”..
Allah pun berfirman kepada Musa, “Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kamu sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Kerana dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kamu”.

Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, “Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun, keluarlah ke hadapan kami, kerana engkaulah hujan tak  turun”. Seorang lelaki menjeling ke kanan dan kiri, maka tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia, saat itu pula ia sedar kalau dirinya yang dimaksudkan.

Ia berkata dalam hatinya, “Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahsiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun”. Maka hatinya pun gundah-gulana, air matanya pun menitis, menyesali perbuatan maksiatnya sambil berkata , “Ya Allah, Aku telah bermaksiat kepadaMu selama 40 tahun, selama itu pula Engkau menutupi aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepadaMu, maka terimalah taubatku”.

Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebal pun muncul, semakin lama semakin tebal menghitam, dan akhirnya turunlah hujan. Musa pun kehairanan, “Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia”. Allah berfirman, “Aku menurunkan hujan kepada kamu oleh sebab hamba yang kerananya hujan tak turun telah bertaubat kepadaKu”.

Musa berkata, “Ya Allah, tunjukkan padaku hamba yang taat itu”. Allah berfirman, “Ya Musa, Aku tidak membuka aibnya sewaktu dia masih bermaksiat kepadaKu, apakah Aku perlu membuka aibnya sedangkan dia taat kepadaKu?”
Begitulah baiknya Tuhan..kalau lah dibuka aib kita setiap kali kita melakukan dosa, tentu lah malunya manusia. Tetapi dengan rahmatNya di tutup aib bahkan sekiranya bertaubat dan Allah ampunkan dosa2 bahkan bila  taubat di terima, akan di padam segala keaiban tersebut.

Semoga kita mengakui semua dosa-dosa kita, ditaubatkan sungguh2 kerana, Allah berjanji melalui kekasihnya Rasulullah, diampunkan semua dosa2 dan akan dikabulkan semua doa2…

”Ya Allah, melalui mukjizat RasulMu, ampunilah segala dosa2 kami yang terdahulu maupun yang kemudian, yang tersembunyi maupun yang nyata, yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, yang disengajakan maukan yang tidak disengajakan. Sesungguhnya kemuliaan bulan ini, moga sudilah Engkau mengampuni kami wahai Tuhan.”

Sumber : http://kisahteladan.info/page/12


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar