Minggu, 27 Februari 2011

Nikmat Mana yang Pantas Didustakan? (QS ar-Rahman)

Nikmat Mana yang Pantas Didustakan?

Yang Maha Pengasih
Yang telah mengajarkan Al-Qur’an
Dia menciptakan manusia
Mengajarnya pandai berbicara
Matahari dan bulan menurut perhitungan
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu
(QS Ar-Rahman 1-9)

Terpana! Itulah yang terjadi pada kebanyakan orang saat membaca bahasa indah dan makna tersirat dalam surat Ar-Rahman ini. Kalimat-kalimat indah ini menunjukkan betapa manusia harus bersyukur karena besarnya kasih sayang Allah, karena Allah mengatur alam sedemikian rupa hingga kita beruntung.

Allah mengajarkan manusia membaca. Kata Al-Qur’an secara harafiah bermakna bacaan, dan bacaan baru punya arti bila kita bisa membacanya. Bukan sekedar bacaan, Al-Qur’an adalah ilmu yang menuntun, referensi sepanjang jaman bagi manusia yang berakal.

Allah mengajarkan manusia untuk berbicara. Bukan sekedar bersuara, tetapi berkomunikasi dengan suaranya itu. Tidak satu bahasa, melainkan jutaan bahasa lokal hingga ada yang menjadi bahasa pergaulan internasional. Perbedaan adalah rahmat, dan dengan rahmat itu lahirlah rasa syukur.

Matahari dan bulan diciptakan bukan sekedar menjadi hiasan langit, tetapi dijadikannya pergiliran siang dan malam telah menjelma menjadi perhitungan almanak. Kita sekarang mengenal dua jenis kalender, yakni kalender berbasis syamsiah (matahari) dan qomariyah (bulan).

Allah menjanjikan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang diciptakan-Nya untuk selalu tunduk pada aturan-Nya. Berkembang, berbuah, beranak-pinak selaras dengan musim. Kita jadi mengenal musim buah mangga, musim rambutan, panen raya anggur, panen raya kakao, rotasi penanaman padi dan kedelai, dan sebagainya.

Langit yang ditinggikan dan neraca yang diletakkan Allah di bawahnya – menurut saya menunjukkan betapa luas semesta alam ini, namun tetap ada hukum keseimbangan yang harus dipelihara. Neraca menunjukkan timbangan yang harus setimbang, dan manusia dilarang berlebihan dengannya atau mengurangi takarannya – karena hanya akan membuat neraca tersebut tidak seimbang.

Terkait dengan semua penciptaan langit dan seisinya, Allah yang Maha Pengasih menghendaki keseimbangan. Manusia yang diajari untuk membaca dan berbicara, sebagai mahluk berderajat tertinggi mengemban amanat memelihara keseimbangan. Manusia punya tugas untuk menegakkan neraca itu.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Bahkan penjelajah lautan Jacques Cousteau konon memeluk Islam setelah membaca ayat 19 – 22 surat ini.

Sebagai peneliti kelautan, Cousteau menjumpai banyak keanehan di dalam samudra yang hanya bisa ditemui dengan berbagai peralatan ekspedisinya yang canggih. Salah satu keajaibannya adalah bertemunya aliran air tawar dan air asin di laut tanpa bercampur satu sama lain.

Kita ingat, dalam kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir, kediaman sang nabi yang berpengetahuan luas itu adalah tempat bertemunya aliran air asin dan tawar. Ada yang menyebutnya muara sungai, tapi penafsir lain mengatakan memang ada tempat seperti itu – yaitu antara air asinnya dan air tawarnya tidak bercampur (sementara di muara air asin dan air tawar bertemu hingga membentuk air berasa payau). Namun ada penafsir lain yang menganggap ayat ini adalah kiasan. Saya tak hendak memperselisihkan hal itu di sini.

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing .
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman 19-23)


Mutiara berasal dari kerang yang hidup di laut, sementara marjan berasal dari karang-karangan yang berwarna-warni di laut. Jadi indikasinya, yang disebut tempat pertemuan itu bukanlah muara sungai tetapi memang laut yang mengalirkan sumber air tawar.

Ayat-ayat ini menjawab keraguan Cousteau bahwa memang di dasar samudra ada sumber air tawar yang tidak bercampur dengan air asin. Batasnya jelas dan seperti tidak tertembus. Sudah pasti, Muhammad yang hidup sebelum abad 10 Masehi tidak akan punya peralatan canggih, sehingga pasti ayat-ayat itu bukan tulisan Muhammad.
Sebenarnya di beberapa tempat di Indonesia fenomena mirip ini pun ada, yaitu adanya sumber air tawar di pantai – dan baru terlihat ketika air laut surut. Secara aneh, kantong-kantong air tawar ini terisolasi dari air laut di sekelilingnya, dan air laut tersebut tidak bisa menembus batas keduanya.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan .
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Sungguh tidak berat bagi Allah memelihara semua mahluk, semata karena kasih sayang-Nya. Sekalipun semua air di lautan dijadikan tinta, niscaya tidak akan cukup untuk menuliskan nikmat Allah bagi semesta alam. Kalau ada manusia berani mendustakan lautan nikmat dari Allah, sungguh ia adalah orang yang tak berakal dan pantas beroleh laknat.


Sumber : http://mercusuarku.wordpress.com/2010/03/02/nikmat-mana-yang-pantas-didustakan/
Sumber : http://www.tradercurrencies.com/currency-trading-videos/index.php?key=terjemahan&page=3%EF%BB%BF


Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)

Pembuka :
Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat- surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra’du. Dinamai Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan Ar Rahmaan yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.


Pokok-pokok isinya: 
1. Keimanan:
Allah mengajar manusia pandai berbicara; pohon- pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah; Allah selalu dalam kesibukan; seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap ummat manusia; manusia diciptakan dari tanah dan jin dari api.

2. Hukum-hukum:
Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

3. Dan Lain-lain :
Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah s.w.t. banyak dari ummat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan; nubuwat tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal-hal itu benar- benar terjadi seperti tentang terusan Sues dan Panama.


Arti QS.Ar-Rahman 1-78 :
  1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,
  2. Yang telah mengajarkan al Quran.
  3. Dia menciptakan manusia.
  4. Mengajarnya pandai berbicara
  5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan
  6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya.
  7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
  8. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
  9. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
  10. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).
  11. Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
  12. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
  13. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
  15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
  16. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  17. Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya [1442]
  18. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
  20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing [1443].
  21. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
  23. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  24. Dan kepunyaanNya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung
  25. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
  27. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
  28. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  29. Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan[1444].
  30. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
  31. Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.
  32. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  33. Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
  34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  35. Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
  36. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  37. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
  38. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  39. Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
  40. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  41. Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka[1445].
  42. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  43. Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
  44. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.
  45. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  46. Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga[1446].
  47. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
  48. kedua syurga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
  49. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  50. Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir
  51. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  52. Di dalam kedua syurga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
  53. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  54. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat.
  55. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  56. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
  57. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
  59. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  60. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
  61. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  62. Dan selain dari dua syurga itu ada dua syurga lagi[1447]
  63. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  64. Kedua syurga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
  65. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  66. Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar.
  67. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
  69. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  70. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik.
  71. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
  73. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
  75. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan
  76. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
  77. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
  78. Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.

Beberapa Keterangan :
[1442]. Dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin.

[1443]. Di antara ahli Tafsir ada yang berpendapat bahwa la yabghiyan maksudnya masing-masingnya tidak menghendaki. Dengan demikian maksud ayat 19-20 ialah bahwa ada dua laut yang keduanya tercerai karena dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (tidak diperlukan) maka pada akhirnya, tanah genting itu dibuang (digali untuk keperluan lalu lintas), maka bertemulah dua lautan itu. Seperti terusan Suez dan terusan Panama.

[1444]. Maksudnya: Allah senantiasa dalam keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezki dan lain lain.

[1445]. Maksudnya: pada hari berhisab tidak lagi didengar alasan-alasan dan uzur-uzur yang mereka kemukakan.

[1446]. Yang dimaksud dua syurga di sini adalah, yang satu untuk manusia yang satu lagi untuk jin. Ada juga ahli Tafsir yang berpendapat syurga dunia dan syurga akhirat.

[1447]. Selain dari dua syurga yang tersebut di atas ada dua syurga lagi yang disediakan untuk orang-orang mukmin yang kurang derajatnya dari orang-orang mukmin yang dimasukkan ke dalam syurga yang pertama.

Penutup :
Surat Ar Rahmaan menyebutkan bermacam-macam nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada hamba-hamban-Nya yaitu dengan menciptakan alam dengan segala yang ada padanya. Kemudian diterangkan pem- balasan di akhirat, keadaan penghuni neraka dan keadaan penghuni syurga yang dijanjikan Allah kepada orang yang bertakwa.

Sumber : Al-Qur’an Digital
Sumber : https://putrichairina.wordpress.com/2009/05/07/ar-rahman-yang-maha-pemurah/


Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT (Asmaul Husna) beserta artinya :
1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu’min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-’Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi’ (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu’izz (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami’ (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-’Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-’Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-’Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi’ (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba’ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu’id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu’akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta’ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-’Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra’uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami’ (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani’ (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi’ (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi’ (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

Sumber : Dari berbagai sumber
Sumber : http://al-rasyid.blog.undip.ac.id/category/agama/


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar