Jumat, 25 Februari 2011

5 Tangga Kepemimpinan

“Sungguh pada diri Rasulallah kamu dapatkan suri teladan yang indah bagi orang yang mengharap (rahamt Allah), dan keselamatan hari terakhir, serta banyak mengingat Allah.”  (QS Al Ahzab 33:21)

Disekitar kita, banyak sekali contoh-contoh pemimpin dengan tipikal, gaya, dan prinsip yang berbeda-beda. Ada pemimpin yang sangat menonjol prestasi kerja serta integritasnya, tetapi tidak dicintai oleh lingkungannya. Contoh: Seorang manajer baru bernama si A, dipercaya memegang sebuah posisi penting. Namun si A kurang disukai oleh bawahannya, meski ia tergolong rajin dan pandai, namun dianggap kurang mau membina hubungan baik dengan orang lain. Ia cenderung kaku, kurang ramah, dan tidak peka. Sebaliknya, ada seorang pemimpin perusahaan yang sangat ramah, peka, baik hati, serta pandai sekali bergaul, tetapi agak lamban dan kurang disiplin. Akibatnya, para bawahan tidak memiliki semangat juang, meski sang pemimpin tersebut adalah orang yang menyenangkan. Akhirnya kinerja perusahaan turun. Ada lagi pemimpin yang berprestasi, kinerjanya menonjol serta pandai bergaul, namun ia sangat sibuk denan pekerjaannya sendiri. Orang lain tidak tahu apa yang sendang dikerjakannya, karena ia tidak pernah membimbing bawahannya. Ia pun kurang memberi kepercayaan kepada orang lain. Akibatnya pada saat pekerjaan telah tinggi menumpuk, ia merasa sangat tertekan karena taerget waktu yang ditetapkan tak mampu dicapai, kinerjanya pun akhirnya langsung anjlok.

si B adalah seorang pemimpin sebuah perushaan otomotif. Ia sangat senang mengajari serta membimbing orang lain, khususnya para bawahannya sendiri. Namun malangnya, jarang ada yang mau mengikuti kata-katanya karena ia sendiri pun jarang mengerjakan pekerjaannya secara sunguh-sungguh. si B lebih senang membimbing saja tanpa memberi contoh/teladan. Ada pula si C, seorang pemimpin usaha property yang disengani dan dicintai. Kerjanya sungguh-sungguh dan suka membimbing para karyawannya, namun setelah sekian tahun, para pengikutnya mulai menyadari bahwa bimbingan yang diberikannya dirasa sangat bertentangan dengan suara hati nurani. Akhirnya perusahaan property itu pun jatuh karena tidak didukukung oleh para karyawannya.

Kadang kala semangat, kebesaran, kultus individu dan heroisme yang mempesona bisa membutakan mata hati dari kebenaran, bahkan sebuah ‘dogma’ sekalipun dapat menyeret manusia pada jurang kehancuran yang tidak disadari hampir selama ratusan tahun bahkan sampai mati sekalipun. Hittler contohnya. Tipe kepemimpinan yang rasis ala Hittler adalah contoh sebuah pengaruh dari keyakinan dengan harga mati, atanpa memberikan kesempatan untuk melihat pada kebenaran yang lain sehingga seorang pemimpin zalim seperti dirinya sanggup menjerumuskan manusia sekitarnya dalam kesesatan.

Berdasarkan kondisi-kondisi diatas, maka saya mencoba untuk merangkum dan membuat lima tangga kepemimpinan dimana setiap tangga telah mencakup semua hal diatas secara sistematis dan merupkana prasyarat utama. Masing-masing tangga tersebut harus dilalui dengan benar, tidak boleh ada satu anak tangga pun yang terlewat atau diloncati. Dengan melalui lima anak tangga kepemimpinan tersebut, maka diharapkan semua permasalahan seperti contoh diatas mampu diantisipasi. Selain itu urutan tangga-tangga tersebut mampu menghasilkan seorang pemimpin yang tidak hanya dicintai, dipercaya, atau diikuti, namun juga membimbing sesuai dengan suara hati. Ia akan memiliki pengaruh besar yang sangat kuat dalam jangka panjang. Tangga kepemimpinan tersebut dibagi menjad 5 tingkatan, yakni sebagai berikut:
  • Pemimpin Tingkat 1: Pemimpin Yang Dicintai
  • Pemimpin Tingkat 2: Pemimpin Yang Dipercaya 
  • Pemimpin Tingkat 3: Pemimpin Yang Membimbing 
  • Pemimpin Tingkat 4: Pemimpin Yang Berkepribadian 
  • Pemimpin Tingkat 5: Pemimpin Yang Abadi

Tingkat keberhasilan sesorang sangat ditentukan pada seberapa tinggi kepemimpinannya. Tingkat kepemimpinan seseorang juga menentukan seberapa besar dan seberapa jauh tingkat pengaruhnya. Begitu banyak pemimpin-peminmpin popular kaliber dunia yang dilahirkan di muka bumi ini, tetapi pengaruhnya hanya beberapa waktu saja. Ia hilang bagai ditelan zaman. Sebut saja Winston Churchill, Lenonid Breznev, Ronald Reagan, Kaisar Hirohito, Yosef Broz Tito. Semua hanya tinggal kenangan, pengaruhnya boleh dibilang hampir hilang atau bisa dikatakan hanya sedikit yang tersisa. Tatpi pemimpin besar yang diturunkan oleh Allah SWT seperti Daud as, Musa as, Ibrahim as, Isa as, dan Muhammad SAW, pengaruhnya terasa begitu kuat hingga detik ini dan tak lekang ditelan zaman. Mereka bahkan semakit kuat pengaruhnya, meski mereka sudah tak lagi berada di muka bumi. Inilah yang disebut pemimpin abadi yakni pemimpin yang cara memimpinnya sangat sesuai dengan hati nurani, bisa diterima akal sehat ataupun logika. Inilah sebab keabadian pengaruh dari seorang pemimpin terkemuka seperti mereka (para Nabi dan Rasul).

Menurut ahli sejarah Muhammad Husein Haekal bahwa “Peri kehidupan Muhammad SAW yang mulia sesungguhnya berawal dari keindahan sifat-sifatnya sebagai manusia. Ia memiliki sifat serta peri kemanusiaan yang begitu luhur dan untuk memperkuat kenabiannya, ia tidak harus bersandar pada apa yang dilakukan oleh mereka yang menyukai hal-hal yang ajaib.” Inilah pertanda khusus bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan nabi penutup (terakhir) yang susuai dengan zamannya kemudian, yang begitu mengandalkan logika dan suara hati dan bukan mukjizat-mukjizat ajaib yang seringkali tak bisa diterima akal sehat saat ini. Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya apabila saya harus menjelaskan hal-hal ajaib untuk memberikan suatu pemahaman, dimasa sekarang yang semuanya serba logis dan eksak. Hanya pemimin yang sesuai dengan suara hatilah yang akan saya cari dan saya ikuti.

Mengingat begitu banyak pemimpin yang tidak sempurna, seperti misalnya: dicintai namun tidak sungguh-sungguh berusaha memberikan teladan dalam berkarya nyata; atau sebaliknya sungguh-sungguh berusaha tapi tidak dicintai oleh pengikutnya. Ada juga yang sudah dicintai, dipercaya namun dengan mudahnya dilupakan orang. Maka tidaklah terlalu muluk jika saya menyodorkan Nabi Muhammd SAW sebagai seorang pemimpin yang telah berhasil mencapai lima tangga kepemimpinannya secara sempurna. Michael Hart pada tahun 1978 membuat sebuah analis dan tulisan tentang urutan dan daftar ranking nama-nama orang yang paling berpengaruh di dunia. Ia mencari, mengklasifikasi serta memilah seratus orang penting yang telah memegang peranan dalam mengubah serjarah dunia. Ia berpendapat: “Dari seratus orang tersebut kemudian saya susun urutannya menurut bobot atau urukuran kepentingan, eksistensinya bagi dunia atau dalam kalimat lain: diukur dari jumlah keseluruhan peran yang dilakukannya bagi umat manusia. Kelompok seratus orang istimewa ini saya susun dalam daftar saya,” katanya. Mereka adalah sekelompok kecil orang yang bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa besar yang tanpa peranan mereka tak akan pernah ada dan takkan pernah terjadi.

Dari hasil analisanya tersebut, ia menjatuhkan urutan pertama pada Mabi Muhammad. Ia berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad-lah satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses luar biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawinya. Nabi Muhammad lahir pada tahun 570 Masehi dikota Mekkah. Suatu tempat yang pada waktu itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia. Jauh dari pusat perdagangan, seni bahkan ilmu pengetahuan. Tatkala ia wafat pada tahun 632 Masehi, ia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero jaziarah Arab bagian selatan. Muhammad-lah orang pertama dalam sejarah yang berkat dorongan kuat keimannya kepada Allah, memimpimpin pasukan Arab yang kecil hingga sanggup melakukan serentetan penaklukan mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timur laut Arab, kemudian berdiri kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas; di barat laut Arab berdiri Byzantine atau kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya. Ditilik dari sudut jumlah dan ukurannya, jelas Arab (Muslim) tidak bakal mampu menghadapinya. Namun di medan pertempuran, pasukan Arab (Muslim) yang membara smangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Syiria, dan Palestina. Tahun642 M, Mesir direbut dari gengaman kekaisaran Byzantine dan sementara itu bala tentara Persia dihajar dalam pertempuaran yang amat menentukan di Qadisiya pada tahun 637 M dan di Nehavend pada tahun 642 M.

Dibawah kepemimpinan Nabi serta para sahabat yang menggantikan tampuk kepemimpinannya, Abu Bakar dan Umar bin Khattab pada tahun 711 M, pasukan Arab (Muslim) telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visgotic di Spanyol.

Hanya dalam sekelumit abat, pertempuran para Muslim yang dijiwai oleh ucapan-ucapan kemuliaan Nabi Muhammad itulah yang kemudian berdiri sebuah emporium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih di tepi pantai Samudera Atlantik. Sebuah emporium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dimanapun penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya kepemelukan agama Islam dengan segera. Tambahana lagi, nabi Muhammad adalah pencatat kitab suci Al Qur’an, kumpulan wahyu Allah yang dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan, tak lama sesudah beliau wafat. Al Qur’an dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajran-ajarannya. Ia senantiasa bersandar pada wahyu Allah.

Lebih jauh, menurut Michael Hart sang penulis buku “Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah” ini bahwa: “Muhammad bukan semata pemimpin agama, tetapi juga pemimpin dunia. Fakta menunjukkan, selaku pendorong terhadap kepemiminan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.”

Michael Hart menilai, adanya kombinasi yang tak tertandingi yang mampu dipegangnya secara seimbang antara agama dan dunawi, melekat erat dalam diri Nabi Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

“Dan masing-masing orang beroleh derajat sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tiada lalai akan apa yang mereka lakukan.” (QS Al An’aam 6:132)

Sumber : http://cahaya165.blogspot.com/2009/06/5-tangg-kepemimpinan.html


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar