Sabtu, 19 Februari 2011

Kata-Kata Bijak & Kata-Kata Mutiara Aa Gym

Siapa sich yang tidak kenal sama KH. Abdullah Gymnastiar (yang lebih akrab disapa Aa Gym), Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhit Bandung. Beliau juga sering memberikan tauziah di beberapa acara televisi. Seperti biasanya, dalam memberikan tauziah beliau selalu menggunakan kata-kata bijak dan kata-mutiara di sela-sela tauziahnya yang dapat memberikan motivasi dan renungan kepada para pendengar. Nah untuk itu, disini saya akan memberikan beberapa kata-kata bijak dan kata-kata mutiara yang sering beliau ucapkan di setiap tauziahnya.

”Kreativitas akan semakin lengkap bila terlahir dari kejernihan hati sebagai buah dari ibadah yang berkualitas. Biasanya, hati yang jernih akan melahirkan firasat dan ide-ide cemerlang yang akan menjadi nilai tambah dalam kehidupan. Saudaraku, setiap hari usia kita bertambah; setiap hari terjadi perubahan, dan setiap hari pula masalah semakin bertambah, semakin kompleks, dan semakin rumit. Karena itu, bila kemampuan kita tidak bertambah, maka cepat atau lambat masalah akan membinasakan dan menghancurkan kita” (Aa Gym)

”Hal terpenting dalam hidup adalah perubahan diri menjadi lebih baik. Doa yang baik adalah doa yang menjadikan seseorang lebih baik dalam hidupnya” (Aa Gym)

”Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan yang telah menggenggam seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji ulang, seberapa besar sebenarnya nilai dari apa-apa yang telah kita raih selama ini” (Aa Gym)

”Sebuah Pujian orang yang datang kepada kita sebenarnya adalah prasangka orang lain kepada kita, kita tidak boleh larut dalam prasangka orang, justru kita harus serius mengenal diri kita sendiri, ini hal penting saudaraku..., mengapa? Karena kita tidak bisa mencapai derajat kedudukan di sisi Allah hanya dengan pujian manusia tetapi kita akan mencapai derajat kedudukan di sisi Allah dengan keikhlasan” (Aa Gym)

”Betapa pun Rasulullah saw sudah menjanjikan bahwa satu kebaikan akan dilipat-gandakan balasannya menjadi sepuluh kali lipat dan satu kesalahan hanya dicatat satu. Tapi, kalau kita mau jujur, hari-hari yang kita jalani membuat dosa kita lebih banyak dari pada ganjaran yang harus kita raih. Padahal detik demi detik berlalu, usia kita semakin berkurang, sedang dosa kian membumbung tinggi” (Aa Gym)

”Karena itu, sesulit apapun keadaan bangsa kita, sesulit apapun keadaan keluarga dan diri kita, pilihan terbaik hanya satu: 'Kita harus menjadi manusia tangguh.' Jangan putus asa atau menyerah. Bergeraklah terus karena segala sesuatu ada ujungnya. Tidak mungkin kesulitan akan terus menerus mendera kita. Bukankah di balik setiap kesulitan ada dua kemudahan? Wallahu a'lam bish-shawab” (Aa Gym)

”Tidak ada suatu teriakan nafas pun tanpa seizin Allah. Begitu pun dengan musibah, tidak ada suatu kejadian tanpa kehendak-Nya. Di akhir tahun ini kerap terjadi musibah, seperti kecelakaan pesawat, gempa, longsor, gelombang tsunami, dll. Bagi kita kejadian tersebut sesuatu yang menyengsarakan dan membuat panik, bahkan kita katagorikan kiamat. Padahal, Allah tidak semata-mata mendatangkan musibah kalau memang tidak sesuai dengan kesanggupan hamba-Nya; dan allah juga tidak semata-mata mendatangkan petaka jika tidak ada hikmah dibalik kehendak-Nya. Tinggal sekarang, sejauhmana kita bisa memetik hikmah dibalik kehendak-Nya” (Aa Gym)

“Yang paling mulia diantara manusia adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling siap menghadapinya dengan bekal amal shalih” (Aa Gym)

"Boleh jadi Allah mengabulkan harapan kita dengan tak memberi apa yang kita inginkan karena Dia Maha Tahu bahaya yang akan menimpa dibalik keinginan kita" (Aa Gym)

"Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai" (Aa Gym)

"Menata Hati dengan Kelembutan Cinta" (Aa Gym)

"Tak jujur adalah penjara, yang membuat diri dicekam takut terbongkar, mudah untuk berdusta, nikmat apapun tak akan ternikmati, maka jujur adalah hidup merdeka" (Aa Gym)

"Hati yang bersih akan peka terhadap ilmu, apapun yang dilihat, didengar, dirasakan jadi samudera ilmu yang membuatnya kian bijak, arif dan tepat dalam menyikapi hidup ini" (Aa Gym)

"Yang penting bagi pimpinan bukan memaksa anggotanya menaati kepada perintahnya, tapi membuat paham apa yang terbaik yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran" (Aa Gym)

"Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali" (Aa Gym)

"Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata, tapi bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian mendalam, oleh karena itu waspadalah walau hanya sepatah kata" (Aa Gym)

"Mustahil semua orang akan menyukai kita - walau kita berbuat baik semaksimal mungkin. Tak usah aneh dan kecewa, terus saja berbuat yang terbaik, karena itulah yang kembali kepada kita" (Aa Gym)

"Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu" (Aa Gym)

"Melawan kemarahan dengan kemarahan lebih banyak menimbulkan masalah baru. Ketenangan, kejernihan dan sikap yang terkendali, insya Allah akan lebih menjadi solusi" (Aa Gym)

"Hati manusia berubah-ubah, sekarang marah mungkin besok lusa sudah reda bahkan mungkin lebih sayang kepada kita, oleh karena itu jangan mendendam atau benci ber-kepanjangan" (Aa Gym)

"Akan ada saat hati menjadi sedih dan gelisah. Jangan biarkan larut akan mencuri hidup kita, bangkitlah, sibuklah, bergaulah dengan orang yang manfaat dan banyaklah berzikir" (Aa Gym)

"Berani hidup harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan jangan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah sesuai kemampuan kita" (Aa Gym)

"Konflik biasanya terjadi karena saya benar dan kamu salah, berilah kesempatan hati mengatakan kita benar dan diapun boleh jadi benar, Insya Allah akan mudah cari solusi" (Aa Gym)

"Adakalanya Allah memberi dengan tak mengabulkan keinginan kita, karena hanya Dia yang tahu mudharatnya bila keinginan kita  terpenuhi" (Aa Gym)

"Bila kita dongkol dan tak menyukai pemarah, maka berjuanglah sekuat tenaga untuk tak jadi pemarah, karena bila sama-sama pemarah maka kita sama-sama tak disukai" (Aa Gym)

"Dimana ada keinginan disana ada jalan, dimana tekad kian membaja rintangan tak akan jadi penghalang, kesuksesan kian menjelang" (Aa Gym)

"Kita tak memiliki apapun dan tak dimiliki siapapun selain milik Allah. Hidup di dunia hanyalah mampir sejenak, mencari bekal untuk pulang dan menanti saat maut menjemput" (Aa Gym)

"Kunci sukses adalah kegigihan untuk memperbaiki diri, dan  kesungguhan untuk mempersembahkan yang terbaik dari hidup ini" (Aa Gym)

"Kebiasaan melemparkan kesalahan dan tanggungjawab kepada orang lain, selain akan menambah masalah, juga akan menjatuhkan kredibilitas, dan menghilangkan kepercayaan" (Aa Gym)

"Orang yang sedikit pengetahuan, wawasan dan pengalaman, seperti yang terbelenggu dan dipenjara oleh keterbatasannya, hidup tak akan leluasa dan sulit untuk berbahagia" (Aa Gym)

"Hidup jauh lebih indah, aman dan menyenangkan bila saling menyayangi, namun kasih sayang tak akan datang dengan diminta, kasih sayang akan datang bila kita yang memberi" (Aa Gym)

"Alangkah nikmatnya jadi pemaaf, batin tenang dan lapang, urusan menjadi mudah dan tuntas, hidup bahagia dan mulia serta dicintai dan dihormati orang" (Aa Gym)

"Siapapun yang merindukan sukses, maka harus bertanya pada dirinya seberapa jauh dan sungguh-sungguh untuk berjuang, karena tiada kesuksesan tanpa perjuangan" (Aa Gym)

"Barangsiapa yang selalu siap dan melatih diri untuk menghadapi situasi sulit, maka dia akan menghadapi kesulitan dengan tenang dan mudah" (Aa Gym)

"Kritik yang didasari kedengkian akan cenderung menyakiti, menghina, mencaci, dan hasilnya bukan perubahan melainkan kebencian dan permusuhan" (Aa Gym)

"Jadikanlah kebahagiaan teman kita menjadi kebahagiaan kita. Ikutlah merasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya, niscaya hidup ini lebih indah dan mulia" (Aa Gym)

"Air yang lembut bisa mempersatukan bahan besi, semen, kerikil, pasir sehingga menjadi beton yang kokoh. Memang kelembutan hatilah yang akan bisa mempersatukan" (Aa Gym)

"Hanya orang yang tahu batas, dan disiplin dengan bataslah yang menikmati hidup, karena orang yang tak tahu batas dan berlebihan akan menimbulkan masalah" (Aa Gym)

"Pemimpin yang bijak, tak perlu kelihatan serba ahli menyelesaikan masalah, tapi justru memberi peluang anggotanya untuk kian terampil dan percaya diri dalam mengatasai masalah" (Aa Gym)

"Jangan takut menjadi tua, karena pasti menua. Tapi takutlah tak menjadi dewasa, karena kedewasaan sikaplah yang menjadi jalan kebahagiaan dan kemuliaan"  (Aa Gym)

"Kekuatan seorang pemimpin sejati adalah kemampuan mengendalikan diri. Bagaimana mungkin memimpin orang lain dengan baik, bila memimpin diri tak sanggup" (Aa Gym)

"Ingatlah seseorang akan bersegera, memprioritaskan dan bersungguh-sungguh terhadap hal yang dianggapnya penting dan menguntungkan bagi dirinya, tapi tak melakukan untuk yang sebaliknya" (Aa Gym)

"Tak perlu menjawab penghinaan dengan penghinaan lagi, cukup jawablah dengan evaluasi diri, gigih memperbaiki diri, dan beri bukti yang tak terpungkiri" (Aa Gym)

"Jangan remehkan kesalahan sekecil apapun, karena boleh jadi yang kecil itulah yang menjadi awal malapetaka. Ketahuilah, kesalahan besar diawali terbiasa meremehkan kesalahan kecil" (Aa Gym)

"Hentikanlah kebiasaan memotong pembicaraan orang, apalagi dengan memberi komentar yang tak enak, selain membuat suasana menjadi tegang, jadi menyakitkan dan menimbulkan permusuhan" (Aa Gym)

 "Hati-hati bila bergurau, bila berlebihan pasti akan menjadi masalah. Selain turunnya wibawa juga akan cenderung mudah berbohong dan menyakiti orang lain" (Aa Gym)

Sumber : http://dedie-ac.blogspot.com/2010/08/kata-kata-bijak-kata-kata-mutiara-aa.html


Ulama pun manusia biasa…

Dosen saya memposting tulisannya mengenai kasus yang sekarang sedang mendera Bpk. ZMZ (Dai Sejuta Umat). Dalam tulisan itu ada beberapa komentar pribadi Pak Dosen terhadap kasus Aa Gym beberapa waktu silam. Sebuah komentar dari seorang mahasiswanya mengarahkan pada video tayangan acara Just Alvin di MetroTV yang disiarkan pada bulan ramadhan kemarin. Judulnya “Kesempatan Kedua”.

Bagi yang belum menontonnya, kunjungilah : http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/08/22/6640/207/Kesempatan-Kedua

Langsung saja saya sambar link web metrotvnews.com. Wah betapa senangnya saya melihat sosok yang selama ini “hilang” kembali mampir di mata saya. Sebenarnya bukan sekedar sosoknya alias jasadnya yang saya sukai, melainkan “jiwa” nya yang kembali menyapa para penonton. Kali ini ia hadir tidak untuk menceramahi, tapi hadir untuk memberikan pernyataan yang sangat sangat menyentuh nurani saya sebagai manusia.

Dengan rendah hati, jujur, dan ikhlas… ia berani mengatakan bahwa ia telah berbuat kesalahan di masa lampau, yaitu di masa ia mengecap popularitas yang sangat sangat tinggi. Perasaan bahwa merasa lebih dibanding yang lain, pun ia akui. Niat utk riya’, juga tak ia pungkiri. Subhanallaah, seorang ulama yang  saya jumpai di Daruut Tauhid, di SABUGA ITB, di Masjid Salman ITB, dan di televisi… yang dulunya begitu tampak “waaaahhh… betapa mulianya dia di mata Allah” (ini penilaian saya waktu itu), kini ia dengan lapang dada dan besar hati menyampaikan pengakuan “kesalahan”. Sebenarnya dari waktu itu pun, saya sudah mendengar selentingan dari orang dekat Aa Gym yang kebetulan satu almamater dengan saya, bahwa kehidupan pribadi beliau tetaplah kehidupan “manusia biasa”. Apapun itu di cerita lalu, yang saya kagumi sekarang ini ialah, betapa besar jiwanya. Tidak semua tokoh besar seperti ia, mau atau berani mengatakan ini. Sungguh luar biasa…

Banyak kaum hawa yang mungkin sampai sekarang masih “sakit hati” dengan pilihan hidup Aa Gym utk berpoligami. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya itu hak beliau sebagai individu karena semua akibat positif atau negatifnya beliau sendiri yang menanggungnya. Tetapi di lain pihak, ia juga “milik umat” (beliau sendiri mengatakan demikian ke anak2nya) yang sepatutnya memberi contoh yang “baik”. Hanya saja “baik” di sini sifatnya sangat subyektif yaitu “DIANGGAP” baik dan menyenangkan oleh umatnya sesuai “standar nilai” yang masih berlaku di dalam norma masyarakat Indonesia, di waktu ini, dan di dimensi ini. Andaikata Aa tinggal di Saudi Arabia, poligami-nya tak akan dipermasalahkan. Label “POLIGAMI” itu seperti sudah menjadi satu kesatuan dalam diri Aa bagi sebagian orang. Dengar kata Aa Gym, langsung berasosiasi dengan kata poligami. Begitulah kira-kira yang ada. Saya tak menyalahkan yang berpikiran begitu karena saya pun mengakui masih berpikiran seperti itu sampai beberapa detik sebelum tayangan Just Alvin mengusik otak dan hati ini. Manusiawi… tapi saya coba untuk berpikir lebih bijak agar dapat memandang fenomena kehidupan Aa sebagai ulama ini dengan kaca mata yang lain. Insya Allah…

Bicara mengenai ketokohan manusia dalam masyarakat, memang manusia itu pada dasarnya selalu mencari “SOSOK SEMPURNA” yang berwujud fisik untuk menjadi panutan. Ketika panutannya tampak tak sempurna menurut standar penilaian dia, marahlah ia (termasuk saya hehehe). Susah juga ya…

Betul juga jika ada yang mengatakan bahwa “Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa hidup manusia di dunia ini akan mudah”… hehehe. Itulah mengapa, saya pikir betapa beratnya menjadi seorang Nabi Muhammad SAW di waktu itu ya… hmm….

Oya, satu hal yang pasti adalah bahwa Aa Gym ini meski bila dipandang dari waktu sekarang maka waktu yang dulu ia bukanlah sosok yang mulia (begitu pengakuan beliau), tapi kita dapat mengambil sisi positif yang besar dari kiprahnya waktu itu. Saudara saya yang non-muslim, Guru saya yang non-muslim, Kerabat saya yang muslim tapi ogah mendengar dakwah keagamaan… mereka MAU bahkan ada WILLINGNESS untuk mendengar ceramah Aa. Buku-buku beliau pun laris manis. Kalau ada ustadz yang isi ceramahnya berisi “ANCAMAN”, Aa Gym justru memilih sebaliknya. Tak dapat disangkal bahwa Aa Gym memberikan ceramah yang MENYEJUKKAN sehingga MENENANGKAN HATI & PIKIRAN bagi siapa saja tak terkotak-kotak dalam agama dan keyakinan. Aa Gym telah menuntun otak dan hati semua pendengarnya untuk kembali pada fitrah sebagai manusia hidup “numpang” di dunia ini. Menurut saya, ilmu yang disampaikannya derajatnya justru lebih tinggi dan lebih susah diimplementasikan dengan tulus ,dibanding ilmu syariat.

Oleh sebab itu, saya pribadi pun tersadar bahwa orang-orang yang menghujat beliau waktu itu (termasuk saya) ternyata tidak lebih baik dari yang dihujat. Meski beliau waktu itu pakai topeng, tapi ia memberi manfaat besar bagi manusia yang lain melintasi batas agama, ras, suku, dan bangsa. Hanya saja mungkin beliau sebagai manusia biasa tidak kuat mengemban kebesaran yang menghampirinya.

Tidak aneh, mengapa? Karena kita tahu bahwa KEBESARAN ITU HANYALAH MILIK ALLAH.
Harapan saya untuk Aa Gym ialah kembali memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat secara proporsional. Artinya, pengalaman lalu seperti “terjebak dalam rutinitas dakwah yang menyita seluruh hidupnya” bisa menjadi pelajaran untuk mengelola kegiatan dakwahnya di kemudian hari dengan lebih proporsional dan tentu NIAT yang SEMATA-MATA karena ALLAH. Selalu ada KESEMPATAN KEDUA bagi siapa saja di dunia, jika Allah menghendaki. Amin.


Sumber : http://wanitakaya.wordpress.com/


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan.
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan Sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar