Senin, 21 Februari 2011

Kisah si Miskin

*ketika harga diri menjadi pujaan hati*

Disebuah desa tinggallah seorang petani sombong bernama si Miskin. Meski hidup kekurangan, namun harga dirinya sangatlah tinggi. Sifat yang sering membuat kesal istrinya, Sabar. Berkali-kali masalah silih berganti berdatangan sebagai akibat dari kesombongan si Miskin.

Suatu ketika tersiar kabar dari ibukota. Kabar bahwa sang Raja akan datang melewati desa mereka setelah selesai berburu. Mendengar kabar tersebut, si Miskin menjadi resah. Hingga pada suatu malam, Sabar, sang istri bertanya perihal kegelisahannya.

“Suamiku, lelaki yang dulu melamarku, mengapa hari ini kau diam dan termenung?” tanya sang Istri.
“Wahai, istriku, betapa galau hatiku saat ini. Disaat setiap penduduk bersiap menjamu kedatangan sang Raja, hanya tinggallah aku sendiri yang dengan tangan hampa tidak bisa berbuat apa-apa.” keluh si Miskin.
“Lalu apa yang harus kita lakukan, wahai engkau lelaki yang dulu dengan gagah melamarku untuk menjadi pasangan hidupmu. Janganlah kau paksakan memeluk bulan jika kau hanya seorang pungguk. Berikanlah apa yang kita punya, dan jangan kau paksakan memberi apa yang tak kau miliki.” kata sang istri menasihati.
“Oh istriku tercinta, apa yang kau katakan sungguh membuatku sedih. Bagaimana mungkin kau menyuruhku untuk berdiam diri. Tidak bisa aku hidup dalam rasa malu ini. Aku akan pergi ke Mr Renternire, Si Juragan tanah. Mungkin dia bisa membantu meminjamkan sedikit uang agar harga diri suamimu ini terselamatkan di mata sang Raja.”

***
Seminggu sudah berlalu sejak kedatangan sang Raja. Kehidupan desa kembali seperti sedia kala. Para warga sibuk dengan perkerjaannya masing-masing. Dan si Miskin, si petani sombong itu kembali mengeluh.

“Wahai istriku, pelangi di mataku. Beberapa waktu lalu, anak buah Mr Renternire datang. Dengan kasar mereka memintaku untuk segera mengembalikan uang yang kupinjam. Sedang kau tahu sendiri, bahwa untuk makan saja hidup kita bergantung pada sawah sepetak yang kugarap siang dan malam.”keluh si Miskin.

“Oh suamiku, ingatkah kau akan nasihatku? Agar tidak usah kau memaksakan diri memberikan apa yang kau tak mampu berikan.”kata sang istri.

“Seharusnya dulu aku dengarkan nasihatmu, wahai cintaku. Kini tolonglah aku suamimu terkasih ini. Aku mohon.”
“Maafkan aku suamiku, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan, kecuali doa agar kau tetap kuat menghadapi hidupmu yang kini sendiri tanpaku.” jawab sang istri sambil melangkah pergi dari rumah mungil mereka, membawa kedua buah hatinya yang masih kecil.

Sumber : http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2010/12/17/kisah-si-miskin/


Mari Menyantuni Fakir, Miskin, dan Yatim

Islam adalah agama yang mengatur hidup dan kehidupan manusia. Salah satu ajarannya adalah memberikan jaminan kepada mereka yang membutuhkan biaya atau nafkah dengan cara menyantuninya. Bukan hanya  memberi harta namun juga memberikan perhatian dan jaminan kehidupan.

Alloh sangat mencela orang yang tidak memperhatikan kaum fakir, miskin dan anak yatim, serta menghalangi orang untuk menolongnya.

Menolong masayarakat bawah sebagaimana dianjurkan dalam ayat al-Quran merupakan salah satu dasar dari dasar-dasar dibangunkan ekonomi islam. Mereka yang tidak mampu saharusnya dijamin oleh negara maupun masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai pemerataan kesejahteraan serta tegaknya keadilan. Sebagaimana Alloh berfirman dalam al-Quran, 
“Janganlah harta hanya beredar diantara orang yang kaya-kaya saja diantara kamu”. 

Pemerataan dan keadilan yang dimaksud bukanlah rata dalam jumlah, namun rata dalam peredarannya. Untuk itu Islam mewajibkan menunaikan zakat dan shodaqoh, terlebih dengan mengutamakan keluarga atau kerabat yang kurang mampu.

Dari sini, kita semakin tahu bahwa agama islam adalah agama baik. Memberikan kebaikan, kesenangan, dan kenikmatan untuk dunia dan akhirat. Ajarannya tidak ada yang mencelakakan manusia. Tidak ada kemaslahan manusia kecuali dengan sebab islam. Tidak ada agama lain selain Islam yang mengatur penggunaan harta dengan detil.

Namun, kewajiban menyantuni fakir, miskin dan yatim melalui fasilitas zakat dan shodaqoh belumnya berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan kebodohan (kejahilan) dalam memahami agama islam. Begitu banyak kemiskinan dan kefakiran, serta anak yatim yang terdholimi di lingkungan di mana kita berada. Sungguh sedikit jumlah orang yang mengeluarkan zakat dibanding jumlah umat islam keseluruhan.

Untuk itu, marilah kita mengamalkan ajaran islam dalam memberikan hak jaminan hidup orang fakir, miskin dan yatim dengan cara menunaikan zakat dan shodaqoh.

Sumber : http://www.nasehatislam.com/?p=851


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan.
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Lampirkan Sumbernya ya... Syukron

2 komentar:

  1. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH, NOMOR YANG MBAH BERIKAN (4D) SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH BISA SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH BUKA USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH SURYO DI NO. (0823_4299_7888) >>>ATAU KLIK DISINI!!!<<< terima kasih/// الاللهصلىاللهعليهوسلموعليكوتهلهصلىالل


    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH, NOMOR YANG MBAH BERIKAN (4D) SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH BISA SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH BUKA USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH SURYO DI NO. (0823_4299_7888) >>>ATAU KLIK DISINI!!!<<< terima kasih/// الاللهصلىاللهعليهوسلموعليكوتهلهصلىالل

    BalasHapus
  2. kupulankisahkehidupan.blogspot.my/2017/09/derita-si-miskin

    BalasHapus