Sabtu, 19 Februari 2011

Menjaga Stamina Iman

Seseorang ahli sukan menjaga stamina untuk memastikan dapat bertahan dan cergas sehingga ke akhir sesuatu perlawanan. Untuk menjaga stamina ahli sukan akan banyak berlatih dan menghabiskan masa di gimnasium, berenang, berbasikal, berjogging dan sebagainya.

Begitu juga di dalam kehidupan kita yang sementara ini, pastikanlah akhir hidup kita dalam keadaan beriman dengan sebenar-benarnya kepada Allah. Bagaimanakah cara untuk memastikan iman kita sentiasa kuat, segar dan berstamina?

Sudah menjadi lumrah kehidupan, diuji dengan pelbagai permasalahan hidup yang menekan jiwa dan perasaan. Kesenangan yang sering melekakan kita. Hiburan yang melalaikan. Godaan wanita, sentiasa sibuk dengan mengejar harta benda, pangkat dan kuasa. Hawa nafsu yang selalu memujuk ke arah kejahatan. Nafsu yang suka untuk menangguh-nangguhkan kerja, bersenang-senang, bermalas-malas, merasa aman dan berseronok-seronok. Semua ini menyebabkan iman kita menjadi lemah dan ‘letih’.

Justeru itu, kita perlu memastikan stamina iman kita berterusan sehingga ke akhir hayat kita. Antara beberapa cara untuk menjaga stamina iman seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah adalah seperti berikut:-
  1. Hendaklah sentiasa bermunajat (memohon doa kepada Allah dengan suara yang perlahan ketika bersendirian). Berdoa dengan penuh harapan dan mengingati Allah dalam setiap ketika samada senang atau susah, ketika bersendirian atau dikhalayak ramai.
  2. Sentiasa membaca dan merenung isi kandungan Al Quran. Ia akan membuatkan hati ini kembali menjadi baik. Amalkan membaca dan meneliti terjemahan Al Quran agar hati tidak menjadi keras.
  3. Lakukan solat fardhu secara berjemaah. Allah telah menjamin orang yang menjaga solat fardhu berjemaah tidak akan dihina dan direndahkan.
  4. Melaksanakan ibadah sunat rawatib (solat sunat sebelum atau sesudah solat fardhu). Setiap kali kita sujud kepada Allah, setiap itu juga Allah akan mengangkat darjat kita.
  5. Bergaul dan mencintai orang-orang soleh.

Sabda Rasulullah:
“Seseorang itu sesuai dengan agama temannya, maka hendaknya salah seorang di antaramu memperhatikan siapa yang dia berkawan?.” (HR. Ahmad)
“Hendaknya kamu jangan bergaul kecuali dengan orang yang beriman dan hendaknya orang yang memakan makananmu itu hanyalah orang yang bertaqwa.” (HR. At Tirmidzi).

6. Muraqabatullah (merasakan pengawasan Allah). Kita mengetahui bahawa Allah sentiasa bersama kita. Allah berfirman yang bermaksud:
“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahsiakan); dan dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (Surah Al Mulk ayat 14)
“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”  (Surah Al Mujadilah ayat 7)

Sumber : http://tehbri.blogspot.com/2010/10/menjaga-stamina-iman.html


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)

Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan Sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar