Senin, 21 Februari 2011

Sebuah Jam

Alkisah, Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?”
“Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”
Tukang jam pun terdiam….
“Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?”
“Ha…Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.
Tukang jam pun terdiam….
“Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?”

“Apaa..Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali?”
“Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam pun terdiam….
Lalu tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.
“Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”
“Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 86.400 kali dalam sehari..dan 3.600 kali dalam satu jam..dan tentu saja 31.104.000 kali selama setahun!!!
~~~

Sahabatku, ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya jika kita sudah menjalankannya, ternyata kita mampu, bahkan sesuatu yang mungkin semula kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan. Yakinlah kepada Allah! Allah sudah mengukur kemampuan Hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya bersamaan dengan kesulitan yang kita hadapi, ada kemudahan di dalamnya.

Sahabatku, saya jadi teringat sebuah cerita dari grup IS3, tentang anak yang bertanya kepada ayahnya,

“Ayah, bisakah seumur hidup, kita bersih tanpa dosa?” tanya sang anak.
Sang ayah hanya menggelengkan kepala.
“Gimana kalo setahun?” tanyanya lagi. Ayahpun menggelengkan kepala sambil tersenyum,
“Kalo seminggu, gimana?” tanyanya lagi. Ayah menjawab. “Masih berat anaku, kayaknya nggak mungkin…”
“Nah, kalo satu jam bersih tanpa dosa”, sang Ayah menjawab, “hmm..kalo sejam itu mungkin, Insya Allah”

“Jika demikian, aku akan berusaha hidup benar dari jam ke jam, ayah.
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar….”
Sang ayah terkejut, akan jawaban sang anak yang begitu dalam maknanya….
Silahkan sahabat simpulkan sendiri… ^_^

Jazakumullah telah membaca cerita ini, semoga bermanfaat…

Sumber : http://punyaranee.wordpress.com/2010/01/


Belajar Pada Sebuah Jam

Suatu hari terjadi dialog antara pembuat jam dengan jam yang sedang dibuatnya. Pembuat jam berkata, “Hai, jam! apakah kamu sanggup untuk berdetak sebanyak 31.536.000 (Tiga puluh satu juta lima ratus tiga puluh enam ribu) kali dalam setahun?”, jam itu tersentak, “Nggak mungkinlah saya berdetak sebanyak itu!?”

“Baiklah, bagaimana kalau 86.400 (delapan puluh enam ribu empat ratus) kali dalam sehari?” tawar pembuat jam.
“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang kecil-kecil begini?” jawab jam penuh keraguan.
“Kalau begitu cukup berdetak 3.600 (tiga ribu enam ratus) kali dalam satu jam, pasti kamu sanggup!” pinta si pembuat jam lagi.

“Sepertinya saya masih belum sanggup berdetak sebanyak itu dalam sejam.” Jam masih saja bimbang dengan kemampuannya.

Akhirnya si pembuat jam berkata, “Sudahlah, sanggupkah kamu berdetak satu kali saja setiap detik?” Jam itu sontak menjawab, “Nah, kalau cuma sekali sedetik sih aku sanggup, kapan aku mulai bekerja?”.

“Sekarang!”, seru pembuat jam.
Setelah selesai dibuat, jam itu pun berdetak satu kali setiap detik. Lalu berdetak terus sampai 3.600 kali dalan satu jam. Berlanjut lagi sampai 86.400 kali dalam sehari. Dan tanpa terasa jam itu telah berdetak 31.536.000 kali dalam setahun, sesuai dengan tawaran pertama dari pembuat jam.

BELAJAR DARI KISAH INI,
Kadangkala kita ragu terhadap tugas dan pekerjaan yang kita anggap terlalu berat untuk dilakukan, padahal kita sendiri belum mencobanya. Karena itu jangan pernah berkata ‘tidak bisa!’ terhadap setiap pekerjaan yang kita anggap berat dan sulit. Sebenarnya kita hanya butuh keberanian untuk mencoba, selanjutnya semua berjalan dan mengalir seperti air.

Banyak gagasan dan pekerjaan besar, yang terasa berat untuk dimulai. Maka cobalah memulai dengan kesungguhan dari hal yang kecil dan ringan terlebih dahulu. Kemudian mulailah membangun sistem dan mekanisme kerja yang baik agar segala sesuatunya berjalan dengan maksimal dan agar keberhasilan itu juga berguna bagi orang-orang di sekitar kita.

Sesungguhnya KESUNGGUHAN kita dalam menjalani Hidup ini, Insya Allah akan membawa kita pada KESUSKSESAN. (teringat jawaban saya ke salah seorang mahasiswa Kedokteran Unsrat Manado, Denny Trisnaamijaya)
Lalu, bagaimana caranya untuk memulai? Ya sudah, mulai saja. Bahasa kerennya, start action!

Ingat kata Aa. Gym: “3M” (Mulai dari yang kecil-kecil, Mulai saat ini juga dan Mulai dari diri sendiri). Insya Allah kamu Pasti Bisa!

Sumber : http://konsultasipelajar.blogspot.com/2010/12/belajar-pada-sebuah-jam.html


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan.
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Lampirkan Sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar