Selasa, 22 Februari 2011

Segenggam Pasir yang Terlupakan

Ada seorang ayah dan anaknya. Ayah itu sangat menyayangi anaknya dan mereka hendak pergi ke suatu danau
Setelah tiba di danau tersebut ayah itu mengambil segenggam pasir dan melemparkannya ke danau.  Selanjutnya ia berkata dengan bijak ke anaknya, “anakku jikalau kita melemparkan pasir ini ke danau apakah orang lain akan tahu bahwa kita melemparkan pasir ini ke danau”. sang ayah sambil melemparkan genggaman pasirnya ke danau. Jawab sang anak “tidak ayah, mana mungkin orang lain tahu kita melemparkan pasir ini kalau kita sudah pergi.” Ayahpun menjawab dengan bijak “anakku begitulah kehidupan, jangan sampai saat kita meninggalkan dunia yang fana ini kita hanya meninggalkan nama kita di batu nisan. Jangan sampai kita tidak membuat sesuatu untuk ummat ini. Anakku berprestasilah, raihlah kebahagiaan dunia dan akherat." 

Sesungguhnya kematian adalah awal dari perjalanan kita, apakah setalah kita mati yang diingat dari kita hanyalah keburukan, yang diingat dari kita perkataan yang menyakiti hati orang yang mendengarkan, yang diingat dari kita hanyalah menggunjing orang lain, yang diingat dari kita hanyalah kesombongan harta dan jabatan, yang diingat dari kita hanyalah keburukan dan keburukan. Naudzubillah

Atau apakah setelah kita mati yang diingat dari kita adalah kebaikkan kita, pancaran kesolehan kita, prestasi kita dan kesehajaan kita.

Bismillah, kalau kita ikhlas bejuang untuk ummat ini dengan segala kompetensi kita, insya Allah dunia akan mengikuti. Kita jangan berharap orang lain memuji hasil jerih payah kita, kita jangan berharap gila pujian tapi kita berharap keridhoan Allah.

Banyak sekali orang-orang sukses karena mereka punya misi untuk kebaikan ummat dan hanya mengharapkan keridoah Allah. Tapi subhanallah dunia mengikuti mereka. Semua perjuangan membutuhkan pengorbanan entah itu waktu, harta dan lain sebagainya.

Terkadang yang menjadi masalah kita untuk berkembang adalah diri kita sendiri, bukan kita yang menguasai diri tapi kitalah yang dikuasai diri kita sendiri. Kita selalu mengikuti hawa nafsu kita, kita selalu mengikuti keinginan yang tidak penting. Memang bukan perkara mudah untuk bisa menguasai diri tapi bismillah itu juga bukan perkara yang mustahil.

Kita harus melihat bahwa setiap persoalan adalah sebuah pijakan untuk lebih baik lagi dan mengupgrade diri, yang harus kita lakukan adalah keistiqamah dalam kebaikan. Tidak sulit membuat sesuatu tapi yang lebih sulit adalah mempertahankannya.

Sumber : http://blogsaep.wordpress.com/2010/10/06/segenggam-pasir-yang-terlupakan/


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan.
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar