Selasa, 01 Maret 2011

MALAM LAILATUL QADAR

KAPAN MALAM LAILATUL QADAR TURUN?

Bagi umat Islam di bulan Ramadhan, selalu muncul  pertanyaan Kapan Malam  Lailatul Qadar Turun? Kapan waktunya yang tepat? Bagiamana ciri-ciri atau tanda-tanda malam lailatul qadar? Amalan-amalan apa yang sebaiknya dilaksanakan pada saat mengharap bisa bertemu dan menemukan lailatul qadar? Atas pertanyaan tersebut, kita tidak bisa menemukan jawaban yang pasti tentang kepastian mengenai kapan datang dan turun nya Lailatul Qadar, suatu malam yang dikisahkan dalam Al-Qur’an Lebih Baik Dari Seribu Bulan.
Ada Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, meyebutkan, Dari Abdilah bin Umar Ra, bahwa Nabi pernah ditanya tentang Lailatul Qadar. Beliau menjawab: “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.” (HR Abu Dawud). Namun menurut hadits lainnya yang diriwayatkan Aisyah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan: Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal ganjil dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan. (HR. Bukhari). Menurut pendapat yang lain, Lailatul Qadal itu terjadi pada 17 Ramadhan, 21 Ramadhan, 24 Ramadhan, tanggal ganjil pada 10 akhir Ramadhan dan lain-lain.

Dari beberapa keterangan di atas, kita tidak menemukan satu ketentuan pun yang pasti kapan waktu nya lailatul qadar. Di antara hikmah tidak diberitahukannya tanggal yang pasti tentang Lailatul Qadar adalah untuk memotivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridha Allah kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja. Jika malam Lailatul Qadar ini diberitahukan tanggal kepastiannya, maka orang akan beribadah sebanyak-banyaknya hanya pada tanggal tersebut dan tidak giat lagi beribadah ketika tanggal tersebut sudah lewat.

Beberapa sumber menyebutkan ada beberapa tanda-tanda datang dan turun nya malam  Lailatul Qadar. Di antara tanda-tanda datangnya malam lailatul qadar adalah: pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim; pada malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Hal ini berdasarkan riwayat, Imam Ahmad.

Sementara dalam Kitab Mu’jam at-Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas”. Banyak sekali pendapat para ulama mengenai waktu terjadinya lailatul Qodar. Saya akan menyebutkan beberapa pendapat, setidaknya ada 8 pendapat tentang terjadi dan turun nya Malam Lailatul Qodar pada bulan Ramadhan:
  1. Lailatul Qadar Terjadi pada malam hari pertama bulan Ramadhan. seperti disebutkan dari Abi Razin al-’Uqaily as-Shahaby, dan diriwayatkan dari Ibnu Al ‘ashim dari hadist Annas ra beliau berkata : Lailatul Qodar tejadi pada malam pertama bulan Ramdhan.
  2. Lailatul Qadar Terjadi pada malam 17 Ramadhan. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani dari hadist Zaid bin Arqam ra, beliau berkata : “Saya tidak ragu dan tidak mengingkari Bahwa Lailatur Qodar terjadi pada malam ketujuh belas bulan Ramdhan. Malam diturunkannya al-Qur’an”. Atsar ini juga diriwayatkan Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud juga.
  3. Lailatul Qadar Terjadi pada malam ke 21, Pengikut mazhab Syafii’i banyak yang cenderung dengan waktu ini.
  4. Lailatul Qadar Terjadi pada malam ke 23, Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari Mu’awiyah ra, ia berkata : “Lailatul Qodar terjadi pada malam ke 23 Ramadhan”. Dari Abi Juraiz dari Ubaidillah ibnu Abi Yazid dari Ibnu Abbas ra, ia berkata ” Sesungguhnya ia (Rasulullah) membangunkan keluarganya pada malam ke 23″
  5. Lailatul Qadar Terjadi pada malam ke 25, seperti yang disebutkan Ibnu Arabi dalam “al-’Aridzah” dan Ibnu Jauzi dalam “al-Musykil”.
  6. Lailatul Qadar Terjadi pada malam ke 27, Diriwayatkan Imam Muslim, dari Abi Hurairah ra, ia berkata “kita saling mengingatkan Lailatul Qodar”, Rasulullah saw bersabda : “Siapakah diantara kalian yang mengingat ketika bulan terbit seperti sepotong mangkuk besar?”. Berkata Abu hasan Al farisi “yaitu malam ke 27 dimana bulan terbit dengan sifat tersebut”.
  7. Lailatul Qadar Terjadi pada tanggal ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dan inilah pendapat jumhur ulama. Sebagaimana beberapa hadist yang di riwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, saya ambil salah satunya: ”Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal ganjil dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan”.
  8. Dalam kitab ‘ianatuth-Thalibin juz :2 Hal :257 juga menjelaskan sebagai berikut: Imam Gghazali dan lainnya mengatakan bahwa lailatul qadar dapat diketahui dengan mengetahiu hari awal dari bulan ramadlan, Apabila awalnya hari ahad atau hari Rabu maka lailatul Qadar nya malam 29 . Jika awalnya hari senin maka lailatul Qadarnya malam 21. jika awalnya hari selasa atau hari jum’at maka lailatul Qadarnya malam 27.jika awalnya hari kamis maka lailatul Qadarnya malam 25.Jika awalnya hari sabtu maka lailatul Qadarnya malam 23”.
Untuk lebih jelasnya mengenai berbagai pendapat ulama tentang waktu terjadinya lailatul Qodar, bisa dilihat dalam kitab “Fathul Bari” karangan Ibnu Hajar pada Bab. “Taharra Lailatul Qodar Fil Witri Min al ‘Asyri al-Awaakhir”.  Adapun hikamah disamarkannya waktu lailatul Qodar adalah guna menjadikan manusia lebih bersungguh-sungguh dalam menggapainya. Tentang Amalan-amalan untuk Mendapatkan Laiatul Qadar, Para ulama kita mengajarkan, agar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, maka hendaknya kita memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan, di antaranya: Senantiasa shalat fardhu lima waktu berjama’ah, Mendirikan shalat malam atau qiyamul lail (shalat tarawih, tahajud, dll), Membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya dengan tartil, Memperbanyak dzikir, istighfar dan berdoa, Memperbanyak membaca doa: Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah.

Sumber : http://kangnawar.com/agama-islam/kapan-malam-lailatul-qadar-turun


Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar dan Koreksi Terhadapnya
Diantara kita mungkin pernah mendengar tanda-tanda malam lailatul qadar yang telah tersebar di masyarakat luas. Sebagian kaum muslimin awam memiliki beragam khurofat dan keyakinan bathil seputar tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menggonggong, dan beberapa tanda yang jelas bathil dan rusak. Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah jelas kebathilannya karena tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadist yang mendukungnya. Lalu bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini ?

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, yaitu:
1. Udara dan suasana pagi yang tenang
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)
2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya
Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)
3. Terkadang terbawa dalam mimpi
Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum
4. Bulan nampak separuh bulatan
Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)

Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.


Wallahua’lam

Sumber : http://maramissetiawan.wordpress.com/2008/09/19/tanda-tanda-malam-lailatul-qadar-dan-koreksi-terhadapnya/


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar