Minggu, 20 Maret 2011

ORANG yang BERBUAT BAIK tetapi MASUK NERAKA

"Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari Muslim)


Sahabat Hikmah…
Tidak cukup kita menjadi orang yang BAIK. Karena tidak semua yang masuk NERAKA adalah orang yang TIDAK BAIK. Ada juga, mereka adalah orang yang menganggap telah berbuat seBAIK-BAIKnya. Tetapi sesungguhnya dia adalah orang yang PALING MERUGI perbuatannya. Padahal mereka telah beramal SHOLEH yang banyak kepada orang lain. Mereka itulah orang yang tidak mendapat HIKMAH dari Allah… Menganggap telah berbuat seBAIK-BAIKnya. Tetapi PALING MERUGI perbuatannya.

Kunci yang lain selain AMAL SHOLEH adalah BERIMAN, Yaitu BEIMAN kepada AYAT-AYAT Allah dengan MENTAATINYA, dan tidak MENYEKUTUKAN-Nya dengan sesuatupun.

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan HIKMAH ini :
“Sesungguhnya jika engkau berbuat SYIRIK, niscaya HAPUSlah amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang yang RUGI”. (QS. Az-Zumar: 65).


Katakanlah (Muhammad): “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan mengingkari  perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. Katakanlah (Muhammad): “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). Katakanlah (Muhammad): “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa“. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“. (QS Al Kahfi : 103-110)



” Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS Al Ahzab : 36)


Bahkan menurut Allah subhanahu wa ta’ala… Do’a mereka tidak akan sampai kepada Allah. Catatan amal mereka akan tertahan. Karena PINTU LANGIT telah TERTUTUP untuk mereka. Dan mereka MUSTAHIL akan masuk SURGA. Sebagaimana MUSTAHILnya UNTA masuk ke dalam LOBANG JARUM.

”Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.”  (QS Al A’raf : 40)

Sahabat Hikmah…
Telah banyak AYAT Allah yang kita dapatkan… Telah banyak SABDA Rasul yang kita pelajari… Apakah kita telah  MENGIMANI dengan MENGAMALKANNYA ? Ataukah kita telah MENGINGKARI dengan MENCAMPAKKANNYA ? Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT yang satu… Dan INGKAR dengan ayat yang lain.

Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT tentang IMAN kepada Allah, Tetapi INGKAR dengan AYAT tentang larangan SYIRIK kepada-Nya.

Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT tentang SHOLAT, Tetapi INGKAR dengan AYAT tentang ZAKAT.

Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT tentang AKHLAQ, Tetapi INGKAR dengan AYAT tentang JILBAB.

Janganlah kita BERIMAN dengan AYAT tentang HAJI, Tetapi INGKAR dengan AYAT tentang JIHAD.

SEMUANYA datang dari Allah dan Rasul-Nya, SEMUANYA kita harus MENERIMANYA.

Masuklah ke dalam ISLAM secara KAFFAH (KESELURUHAN), Janganlah MENGIKUTI langkah-langkah SYAITHAN.


”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”  (QS Al Baqarah : 208-209)

Atau mereka adalah orang yang beriman kepada Allah, dan beriman kepada sebagian Rasul dan tetapi ingkar kepada Rasul yang lain. beriman kepada sebagian ayat Allah dan ingkar kepada ayat yang lain. Dan mereka hendak membedakan antara mereka.

”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)“, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.”  (QS An Nisa:150-151)

Menurut sebagian besar mufassir seperti Ibnu Jarir al-Thabari, al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Fakhruddin al-Razi, al-Syaukani, dll ayat ini turun berkenaan dengan kaum Yahudi dan Nasrani.

Kaum Yahudi meng-aku beriman kepada Nabi Musa dan Taurat, namun mengingkari Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW. Dan mereka telah menyekutukan Allah dengan ‘Uzair.

Sedangkan kaum Nasrani mengaku beriman kepada Nabi Musa dan Nabi Isa, namun mengingkari Nabi Muhammad SAW. Dan mereka telah menyekutukan Allah dengan Nabi Isa (Yesus)

Berimanlah kepada Allah dan semua Rasul-Nya. Karena kendati mengaku beriman kepada Allah SWT, tetapi beriman  dengan sebagian rasul-Nya, mereka semua dinyatakan ayat ini sebagai orang-orang yang kafir sebenar-benarnya.

Sumber : http://kata2hikmah0fa.wordpress.com/2010/12/01/orang-yang-berbuat-baik-tetapi-masuk-neraka/


Allah berfirman,
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS.Al-Ashr: 1 – 3)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan HIKMAH dan PELAJARAN yang BAIK dan BANTAHLAH mereka dengan CARA yang TERBAIK. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”  (QS An-Nahl ayat 125)

"Tidak ada kepada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar."(QS An-Nisa' [14] : 114)

"….Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS az-zumar (39) ayat : 9)

"….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS al-mujadillah (58) ayat 11)

"….Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu (ulama)…"   (QS fathir (35) ayat 28)

Nabi Muhammad SAW. bersabda,
"Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tiada bertambah amalnya Tiada bertambah baginya dengan Allah kecuali bertambah jauh " (HR. Dailami dari Ali).

"Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat."  (HR. Al Baihaqi)


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya...
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar