Minggu, 20 Maret 2011

Roti Beracun

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.”(HR. Bukhari Muslim)


Disebuah sekolahan terdapat  seorang anak yang cukup cerdik namanya huri karna kecerdikannya tak jarang ia selalu ditugaskan oleh teman dan gurunya untuk menyelesaikan suatu masalah. Salah satu masalah yang pernah terjadi adalah pada suatu saat sang guru menginginkan sekali memakan sebuah roti produk luar negeri yang selalu dilihatnya disebuah iklan tv, hingga dia teringat salah seorang sahabat lamanya yang telah berhasil dan bekerja diluar negeri ,tepatnya di negara roti tersebut di produksi. Maka diapun taksegan –segan menelpon sahabat tersebut dan sambil basa-basi diapun mengutarakan keinginannya ingin memakan roti tersebut dan sebagai sahabat dekat, teman luar negeri guru tersebut menyanggupi nya dan akan dikirim kerumahnya secepatnya ! tapi rasa serakah sang guru itu muncul dia menginginkan roti tersebut ia makan sendiri tanpa ada yang meminta bahkan anak dan istrinya sendiri karna itu maka ia menyuruh sahabatnya untuk mengirimkan roti tersebut ke alamat sekolahnya. Karna khawatir akan dimakan anak dan istrinya.

Sang teman guru itu menyanggupi keinginan temannya , hingga suatu hari tibalah kiriman roti tersebut ke sekolah guru tersebut dan kiriman itu langsung diserahkan ke ruang kelas guru tersebut saat dia sedang mengajar,guru tersebut sedang membicarakan tema tentang kebohongan. Seetalah beberapa saat  guru itu mengajar dan ingin rasanya segera mengakhiri tugasnya agar dia dapat memakan roti  itu sendirian, tiba-tiba ada seorang guru lain yang memanggil dirinya guna untuk menemui bapak kepala sekolah.

Akhirnya sang guru berfikir jika roti ini dibawa keruang guru atau ke ruang kepala sekolah pasti akan banyak yang meminta, akhirnya sang guru tersebut berfikir tempat yang paling aman adalah kelas ini tidak mungkin murid-murid akan memakannya?, tetapi baru mau keluar sang guru berfikir lagi bisa saja murid murid akan memakannya. Akhirnya untuk berjaga jaga guru tersebut berkata pada murid-muirdnya, pak guru:” anak anak bapak mau ke ruang kepala sekolah dulu jangan ada yang memakan bungkusan ini karna bungkusan ini BERACUN”.

Akhirnya sang guru pun pergi keruang kepala sekolah tiak beberapa guru tersebut keluar ruangan anak- anak dikelas itu semuanya membuat kegaduhan ada yang ngobrol, ada yang lempar-lemparan kertas dan ada kejar kejaran. Hingga suatu saat salah seorang anak yang bermain kejar kejaran itu tidak  sengaja menjatuhkan bolpoin milik sang guru dan terinjak hingga bolpoin itu patah padahal bolpoin  itu adalh bolpoint kesayangan guru tersebut? Akhirnya seluruh kelas gaduh dan  rasa takut karna pasti akan dimarahi oleh pak guru? Maka semua anak sepakat untuk menunjuk huri sebagai sang negoisasi untuk menjelaskan peristiwa tersebut agar tidak di marahi sang guru. Baru ditunjuk huri malah membuka bungkusan itu dan melihat isinya dan ternyata sebuah roti satu kerdus?

Setelah mengetahui isi bungkusan itu huri malah memakan semau roti yang ada tanpa tersisa satupun? Semua anakpun menjerit histeris tentang apa yang dilakukan huri? Dan berkata kepada huri :”hai huri apa yg kamu lakukan ,kita sudah mematahkan bolpoint kesanyangan pak guru ditambah lagi kamu malah memakan roti itu tanpa tersisa, bagaimana nasib kita? Pasti kita dimarahi habis-habisan dan diberi hukuman bahkan mungkin kita akan dikeluarkan dari sekolah ini “ kata salah seorang murid!

Huri pun Cuma menjawab:” katanya masalah ini diserahkan pada saya? Maka terserah saya , tenang aja saya yang akan bertanggung jawab. Tidak  lama kemudian pak guru pun datang , pak guru pun kaget mejanya berantakan dan melihat bolpoin kesayangannya dan roti yg ingin dimakannya habis tak tersisa. Pak guru :”siapa yang melakukan ini” tanya pak guru , semua anak diam hingga suasana hening dan akhirnya huri angkat tangan dan berkata “saya pak, pak guru:”apa yang kamu lakukan huri ? kamu tahu bolpoint ini bolpoinnt kesayangan bapak kenapa kamu mematahkannyaa dan kenapa roti ini pun kamu habiskan kata pak guru dengan nada marah.

Huripun menjawab :” begini pak saya tadi main kejar kejaran dengan temen-temen dan tak sengaja menjatuhkan bolpoint bapak dan terinjak , karna saya tahu bahwa bolpoint ini adalah bolpoint kesanyangan bapak maka saya sangat bersalah dan karna rasa bersalah   itu saya berniat bunuh diri dengan cara memakan roti yang bapak katakan beracun, hingga saya makan rotinya sampai habis saya belum mati pak ??, mendengar jawaban cerdik itu pak guru tidak jadi marah dan merasa menyesal+ bersalah karna telah mengajari mereka untuk berbohong dgn mengatakan roti tersebut beracun dan meng iklaskan semuanya dan murid-muridpun mengakui perbuatan mereka dengan jujur?,

Itulah teman sedikit cerita yang akan kita gali hikmahnya? Apa yang kita fikirkan jika kita membaca cerita tersebut ? ya kebohongan itulah hikmah yang dapat kita ambil, dengan berbohong masalah tamabah rumit dengan berbohong kita mendapat dosa dengan berbohong kita menuai kerugian dengan berbohong kita menyusahkan dirikita dan juga orang lain dan masih banyak lagi dampak negatif dari berbohong? Lalu bolehkah kita sebagai seorang muslim berbohong ????????

Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
“Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan sesungguhnya durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seseorang berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta” [HR. Muslim juz 4, hal. 2013]

Dari Anas bin Malik RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Ada tiga perkara yang apabila tiga perkara itu ada padanya maka ia adalah orang munafiq, meskipun ia puasa, shalat, hajji, umrah dan mengatakan, “Sesungguhnya saya orang Islam”, yaitu : 1. Apabila berbicara ia berdusta, 2. Apabila berjanji menyelisihi dan 3. Apabila diberi amanat ia khianat”[HR. Abu Ya'la, dalam Taghib wat Tarhib juz 3, hal. 594]

Dari Hasan bin Ali RA ia berkata : Saya hafal dari Rasulullah SAW (beliau bersabda),
“Tinggalkan apa-apa yang meragukanmu (berpindahlah) kepada apa-apa yang tidak meragukanmu, karena jujur itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keraguan” [HR. Tirmidzi dan ia berkata : Hadits Hasan Shahih, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 598]

Dari hadits diatas dan masih banyak lagi hadits-hadits yang lain sudah jelaslah apa yang kita dapat dari kita berbohong1 mungkin dengan berbohong seolah-olah kita sudah mampu menyelesaikan masalah padahal masalah yang lebih besar meanti kita karna tidak ada suatu kebaikan dari sebuah kebohongan selain hanya kedurhakaan yang kita dapat?

Teman hari ini kita belajar satu lagi tentang kebohongan jangan jadikan kita sebagai orang pendusat hidup kita Cuma satu kali jika kita sudah menjadi pendusta maka kita akan membentuk sebuah pribadi yang selamanya dicap sebgai pendusta mari kita bersama sama belajar berusaha untuk selalu jujur? Jujur terhadap diri kita terhadap orang lian terhadap Allah dan rosulnya? Jadikan kejujuran itu jalan keluarmu ….. Semoga bermanfaat.

Sumber : http://qolbussalam.wordpress.com/2010/12/08/roti-beracun/


Allah berfirman,
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS.Al-Ashr: 1 – 3)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan HIKMAH dan PELAJARAN yang BAIK dan BANTAHLAH mereka dengan CARA yang TERBAIK. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”  (QS An-Nahl ayat 125)

"….Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS az-zumar (39) ayat : 9)

"….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS al-mujadillah (58) ayat 11)

"….Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah oraang-orang yang berilmu (ulama)…"   (QS fathir (35) ayat 28)

Nabi Muhammad SAW. bersabda,
"Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tiada bertambah amalnya Tiada bertambah baginya dengan Allah kecuali bertambah jauh " (HR. Dailami dari Ali).

"Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat."  (HR. Al Baihaqi)


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya...
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar