Selasa, 01 Maret 2011

Akhirnya Kitalah Yang Tersenyum dan Bukan Sebaliknya

Hidup hanya satu kali. Sehingga akan sangat bodoh jika kita menyia-nyiakan hidup ini. Terlebih durasi kehidupan kita di dunia ini, relatif singkat. Akan sangat beruntung jika dalam hidup kita berhasil mempersembahkan yang terbaik, bagi  orang lain. Nyatanya ketika kita dapat mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi orang lain, sebenarnya adalah kebaikan bagi diri kita sendiri.

Sebuah fenomena nyata yang sering kita saksikan, yakni disaat seorang  cucu adam terlahir kedunia, selalu dalam keadaan menangis. Walaupun pernah juga ditemui kejadian dimana seorang anak yang baru lahir, dalam keadaan diam. Tapi sang bidan atau perawat atau dokter atau sang dukun beranak akan menepuk punggung sang bayi yang masih berlumuran darah agar ia menangis. Jangan tanya kenapa? Karena saya pun tak tau jawabannya. Tapi itulah yang terjadi.

Hal yang menjadi sorotan adalah, ketika sang anak menangis, tak ada orang disekitarnya yang merasa sedih, dan berusaha untuk mendiamkannya. Semakin keras tangisan sang anak, semakin luas senyuman mengukir di bibir orang-orang sekitarnya.

Kenapa moment ini yang menjadi sorotan?

Karena itu adalah sebuah moment yang mengandung pesan tantangan bagi setiap individu yang hidup dimuka bumi ini. Agar kelak ketika kematian yang pasti akan menghampirinya telah singgah, harus ada moment yang menjadi penyeimbang dari moment pertama. Yakni agar bagaimana dengan hal-hal yang telah kita lakukan semasa hidup, dengan segala yang telah kita persembahkan, dapat membuat orang-orang lain disekitar kita menangis. Menangis karena kesedihan  yang mendalam. Menangis karena merasa kehilangan. Menangis dengan segala kenangan kebaikan tentang kita. Dan disaat itu, kita yang tersenyum. Ya, kitalah yang harus tersenyum dan bukan sebaliknya.

Sumber : http://networkedblogs.com/2CFEg


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar