Selasa, 01 Maret 2011

KARENA YANG kecil ITU BERHARGA

Bismillah,

Segala Puji hanya bagi Allah, dan tetap bagi-Nya dalam setiap keadaan. Salam shalawat semoga selalu tercurahkan kepada baginda Rasululah saw. Amin.


Kehidupan akan membesarkan seseorang dari dasar apa yang mereka upayakan. Suatu keberhasilan dalam aspek kehidupan ini dimulai dari hal-hal yang kecil. Hal yang terkadang oleh kita manusia dilupakan atu terlupakan. Semoga dengan tulisan ini, kita semua bisa bergerak kembali, dan bersegera membenahi diri kita dari apapun yang sempat kita kerdilkan keberadaannya dan lebih menghargai sesuatu yang terkecil hingga yang terbesar maknanya. Insya Allah, amin.

Perihal utama yang sering kita abaikan dalam kehidupan sehari hari, justru terkadang hal yang sangat kita butuhkan dan kita perlukan bagi penunjangan hidup kita. Kenapa bisa seperti itu? Manusia memang tempat salah dan lupa, dan kebanyakan dari kita ini adalah hamba yang tidak mensyukuri. Astgfirullah, Semoga Allah mengampuni kelalaian diri ini. Amin. Bagaimana kita akan berhasil dalam tujuan besar, jika saja kita tidak mengupayakan hal-hal kecil yang mendasari keberhasilan tersebut?.Orang yang besar hatinya, dan bijak dalam kehidupannya, ialah orang yang tidak pernah menyepelekan hal sekecil apapun itu, menghargai dan memberikan penghormatan yang sepantasnya bagi hal tersebut. Bukankah Rasulullah pun mengajarkan demikian?

Mari kita baca hadist ini :
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajarkan sekaligus mencontohkan bagaimana cara memilih, memilih nama untuk anak, memilih calon suami atau istri, memilih imam dalam shalat berjama’ah, memilih pemimpin, bahkan memilih satu yang terbaik dari dua alternatif. Di dalam hadits dijelaskan:“Apabila Rasulullah diperhadapkan kepada dua pilihan, maka beliau akan memilih yang termudah dari keduanya, selama ia bukan sebuah dosa, kalau ia adalah dosa maka beliau adalah orang yang paling menjauhi perkara itu”  (HR. Muslim)

Dari Abi Dzar ra. berkata : Rosulullah saw bersabda :
“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun sebatas bertemu dengan saudaramu dengan wajah ceria” (HR. Muslim, 4760)

Pernahkah kita membaca hadist ini sebelumnya? Jawabnya mungkin ada yang “iya, ada yang tidak atau belum pernah”. Namun mengapa begitu sulit untuk mencerna, memahami, dan mengamalkannya? Kita terlalu sombong dengan apa yang berada di dekat kita sekarang, dengan jabatan yang kita duduki sekarang. Padahal, kita harus lebih tahu, dengan contoh misalkan saja : bahwasannya tidak akan ada tumbuhan jikalau tidak tertanam sebiji benih. Bagaimana kita akan bisa membaca? Jika kita tidak memulai belajar dan diajarkan oleh bapak dan ibu guru kita tentang abjad, kemudian setelahnya disambung menjadi dua kata, lalu kalimat, dan seterusnya hingga menjadi sebuah cerita. Masya Allah.

Sahabatku yang lembut hatinya,
tak harusnya kita mengabaikan nasehat – nasehat kecil dari kedua orang tua kita. Mencoba mendengarkan lagi saran dan kritik kecil dari kerabat yang memungkinkan kita lebih akan menjadi pribadi yang hebat, yang cemerlang dan di nilai baik dengan hati setiap orang yang mengenali pribadi kita karenanya. Subhannallah. Allah pun akan lebih menyukai hamba-Nya yang selalu berbuat baik dari hal-hal kecil yang kita amalkan. Insya Allah.

Coba kita baca, dan pahami makna dari potongan ayat di bawah ini :
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, maka dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. Al-Zalzalah, 99:7-8)

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.”  (QS. An-Nisa, 4:40)

Allah Maha Adil akan setiap kejujuran dan keikhlasan hamba-hamba-Nya yang gigih berusaha untuk suatu tujuan yang diridhoi-Nya. Allah Maha Melihat dan Menyaksikan segalanya, Allah tahu apa yang tersembunyi, Allah Maha Mengerti. Allah Maha Menghargai.

Jika ada pepatah “ kacang lupa kulitnya”, maka lebih memilihlah kita pepatah yang mengatakan“ menjadilah seperti padi, yang ia semakin berisi, semakin pula ia merunduk”.


Dalam kehidupanpun kita dianjurkan untuk lebih bersikap sederhana juga rendah hati terhadap sesama. Menanamkan sikap pribadi diri untuk sederhana, Ana rasa itu tidak akan mematikan gaya atu menurunkan pamor maupun harga diri kita dalam suatu lingkungan yang kita geluti. Ambilah contoh dari Kemuliaan baginda Rasulullah, Rasul kita. Begitu beliau mulia, begitu bersahajanya beliau mempimpin umatnya, begitu beliau sangat sederhana dalam kehidupan bersama istri- istrinya atupun sahabatnya. Adakah beliau dipandang hina / rendah oleh sekian banyak umatnya? Tidak, tidak sama sekali. Justru sikap – sikap beliau yang ia terapkan pada umatnya itulah yang sampai saat ini menjadi keteladanan bagi seseorang yang mampu bersikap sederhana namun tetap bersahaja. Subhannallah, walhamdulillah.

Lalu berkesinambungkah dengan tema yang Ana angkat hari ini? Insya Allah sangat menyambungkan sikap kita untuk lebih menghargai persolan kecil yang sering kita remehkan, sering kita abaiakan, bahkan ada pula persoalan yanng dianggap enteng, padahal hal sekecil apapun itu sangat berdampak dalam kehidupan kita jika mau memahaminya lebih seksama. Walhamdulillah ala kulihal.

Bagaimana kita ingin menjadi seseorang yang besar?

Jika kita tidak memulai mengerjakan setiap persoalan yang kecil, yang sepele. Dan adakah seseorang yang berhasil yang dirinya secara langsung atau tanpa berupaya lalu ia menemukan inspirasi, gagasan, ide? Mustahil itu namanya. Semua perusahaan yang kini sukses, semuanya dirintis dari pekerjaan – pekerjaan yang kecil, dari yang terberat hingga menjadi ringan, dari yang tersulit, sampai hal yang mudah untuk dipecahkan.

Bukan sebuah keberhasilan yang sukses, yang hebat, dan yang tinggi yang menjadikan nilai itu indah dalam mata penglihatan dunia, akan tetapi sebuah proses yang dilakukan dengan hati yang teguh dan bersungguh – sungguh lah yang akan mempengaruhi nilai keberhasilan tersebut.

Setuju? Ana harap kita setuju dengan kalimat ini... ^_^

Mulailah yang indah itu dari pembenahan suatu hal yang buruk,
Mulailah yang suka itu dari kecitaan yang beralur panjang,
dan mulailah kebersahajaan itu dari hal – hal yang terkecil, yang berpengaruh dalam kepribadian di dalam diri kita.
Lalu tempatkanlah semua itu di jalur yang baik,
dimana jalan tersebut adalah jalan yang diberkahi oleh Tuhan kita.

Karena dalam persolan kecil itu, ada sebuah keindahan yang diperuntukkan bagi kita. Untuk kita yang bersungguh – sungguh menikmati proses sekecil apapun itu. Tentu saja dengan kesabaran dan keikhlasan yang kita pelihara. Mari kita bersama – sama menyegerakan diri kepada hal – hal yang baik, menghadapi dengan bijak setiap persoalan atupun permasalahan kecil yang insya Allah akan dapat membesarkan hati dan jiwa kita untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam kehidupan kita bersama. Amin.

Sekian dari Ana, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam kalimat ataupun kata. Sedikit yang bisa Ana bagi di sini, semoga bermanfaat bagi kita semua.Termasuk untuk Ana sendiri. Insya Allah, Amin.

Ratih Septiana

Blogger 2
 10.18 am

Sumber : http://www.facebook.com/notes/kumpulan-kisah-nyata-pemberi-inspirasi-dan-motivasi-hidup/karena-yang-kecil-itu-berharga/163619003667084


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar